Terjemahan Blog Jerry Aurum

Di bawah ini adalah isi blog nya Jerry Aurum tentang episode 18 (Sepember 8, 2012) yang g terjemahin ke bahasa Indo. Terjemahan nya bakal g tulis in bold.

http://JerryAurum.com/MasterChef-Indonesia/

Shooting food is unbeatable. It’s fun, and it will make you hungry!
Memotret makanan adalah yang hal yang tidak tertandingi. Selain menyenangkan, juga akan membuat anda lapar! (ZeZe)

I am lucky enough to be chosen as a guest judge for the No. 1 culinary TV show, MasterChef Indonesia. My task was obviously not to taste the looking-good food (that would have been a total disaster), but to see how well the plating or presentation of each contestant’s creation was.

Saya cukup beruntung dipilih sebagai juri tamu untuk acara memasak No. 1, MasterChef Indonesia. Tugas saya tentu saja bukan untuk mencicipi makanan2 yang terlihat indah ini (itu akan menjadi sebuah bencana), tapi untuk melihat seberapa indahnya penyajian atau presentasi dari kreasi setiap kontestan.

This is how it works. Each contestant has to use the same ingredients, cook them in the same way, and create free presentation for their food, based on each imagination. So they cook, I photograph, continued with the 3 main judges taste and comment, and I eat the rest of the food as soon as the TV cameras stop rolling, because I was so damn hungry in the middle of the night during the shooting.

Cara bekerjanya adalah begini: Setiap kontestan harus menggunakan bahan yang sama, memasak dengan cara yang sama, dan menciptakan presentasi makanan yang bebas sesuai dengan imajinasi mereka masing-masing. Jadi mereka memasak, saya memotret, dan dilanjutkan dengan penilaian dan komentar dari ketiga juri MasterChef, dan akhirnya saya menyantap masakan yang tersisa setelah kamera TV berhenti berputar karena saya sudah sangat lapar selama syuting di tengah malam ini.

The studio is so big we can play football here
Saking besar nya studio ini, kita bisa bermain football di dalam nya

One of the most important things of creating a great presentation is about the grouping on the plate. The chef has to decide which ingredients of the food are the main actor, and which are the supporting acts. The other crucial part is composition. It will be very pleasant to have photogenic food that looks good from many angles. It will make us happy, and also the other person who is sitting in front of us. Mutual admiration might trigger a discussion over the dish, which will make it famous and become the talk of the town.

Salah satu hal terpenting dalam menciptakan presentasi yang indah adalah cara mengelompokan makanan di atas piring. Chef nya harus memutuskan yang mana pemeran utama dan yang mana pemeran pembantu. Hal penting lainnya adalah komposisi makanan. Menghadapi makanan yang photogenic yang terlihat indah bila diambil dari sisi mana pun adalah hal yang menyenangkan. Hal itu akan membuat kita dan orang yang duduk di depan kita senang. Kekaguman akan hal yang sama mungkin akan menciptakan diskusi tentang masakan tersebut, yang dimana akan membuat masakan tersebut terkenal dan menjadi bahan omongan.

That’s about the plating. Now, the lighting. I tend to use simple lighting set-up for my food photography. See below.

Demikian pendapat saya tentang cara penyajian makanan. Sekarang tentang cahaya. Saya selalu memakai cahaya yang sederhana untuk memotret makanan. Lihat gambar dibawah.

I use two flash heads in soft-boxes, tilted down at 45 degree. One is placed beside me, as the main light. It generates soft general light from the side, so we have the contrast and dimension of the food. That would help our audience to understand the textures of the dish. The other flash head is positioned on the opposite side, more to the back. This will give nice rim-light on the food (yes, the bright white highlight on the scallop. Yum!). Be careful not to have its light leaks into your lens. Use the lens hood. You may want to add a reflector to distribute the light more evenly if you think the shadow areas are too dark.

Saya memakai dua flash heads dalam soft-boxes, di miringkan ke arah bawah 45 derajat. Satu diletakkan di sebelah saya sebagai cahaya utama. Hal itu dilakukan untuk menciptakan cahaya yang soft sisi samping sehingga terlihat kontras dan dimensi dari makanan yang di foto. Itu akan menolong orang yang melihat foto tersebut untuk mengerti tekstur dari masakan tersebut. Flash head kedua di letakkan di arah yang berseberangan, lebih ke arah belakang. Hal ini akan memberi saya rim-light yang baik pada makanan nya. (ya, lampu highlight yang terang pada scallop di foto. Yum!). Hati-hati untuk tidak membiarkan cahaya tersebut masuk ke dalam lensa. Pakai lah lens hood untuk mencegah cahaya nya. Anda bisa memakai reflector untuk mendistribusi kan cahaya yang rata jika daerah bayangan terlalu gelap.

As for the lens, I usually work with my macro lens, a 100mm fix lens. It generates awesome blur backgrounds, and the sharpness is very satisfying. Plus, I can get very close to the subject.

Untuk lensa nya, saya biasanya memakan macro lens saya, 100mm fix lens. Lensa ini menciptakan background buram yang luar biasa, dan ketajaman nya juga sangat memuaskan. Ditambah lagi, saya bisa memotret dari arah yang sangat dekat.

Cook well, eat well, shoot well. Bon appétit! Selamat makan!

Masak yang baik, makan yang baik, Memotret yang baik. Selamat Makan!

Quite nice plating, with balanced composition
Plating yang lumayan baik dengan komposisi yang seimbang (Vera)

A nice presentation, which won the judging that night
Presentasi yang baik yang memenangkan penilaian malam itu (Desi) 

It would have been better if each group doesn’t touch each other, and without the oil around them. The salmon looks dry too.
Akan terlihat lebih baik bila setiap kelompok makanan tidak menyentuh satu sama lain, dan tanpa minyak di sekeliling nya. Salmon nya juga terlihat kering (Ken)

The composition is a bit dull, with boring repetition of scallop, salmon, scallop, salmon, and well, scallop again
Komposisi yang sedikit membosankan, dengan pengulangan yang membosankan dari scallop, salmon, scallop, salmon, dan scallop lagi (Hani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s